Informasi Penting Untuk Masyarakat Bali Mengenai Covid-19


"Knowing is half the battle"

G.I. Joe (1985)                                 


Sama seperti dalam menghadapi pandemi coronavirus disease 2019 atau yang disingkat Covid-19, kita perlu membekali diri kita dengan pengetahuan yang cukup dan baik dalam upaya menghadapi pandemi ini dan melindungi orang-orang yang kita cintai. Dalam pandemi seperti ini, hal lain yang juga turut menjadi ancaman selain virusnya itu sendiri adalah berita-berita hoax yang menjadi pemicu mass hysteria atau histeria massal. Hal ini menyebabkan perilaku-perilaku disruptif seperti panic buying. Disini saya sudah merangkai situs-situs terpercaya untuk semeton-semeton Bali yang dapat digunakan untu memantau perkembangan pandemi Covid-19 di semua kabupaten dan kota yang ada di provinsi Bali. Disini juga saya berusaha menjelaskan beberapa informasi tambahan beserta argumen-argumen yang diharapkan dapat bermanfaat dalam menghadapi pandemi ini.

Berikut situs untuk memantau perkembangan Covid-19 di kota dan kabupaten di Bali.


GIANYAR              https://covid19.gianyarkab.go.id

BADUNG               https://covid19.badungkab.go.id

KARANGASEM    http://infocorona.karangasemkab.go.id/

DENPASAR           https://safecity.denpasarkota.go.id/id/covid19

BULELENG           http://infocovid19.bulelengkab.go.id/

TABANAN             http://infocorona.tabanankab.go.id

JEMBRANA           http://covid19.jembranakab.go.id

KLUNGKUNG       http://covid19.klungkungkab.go.id

BANGLI                 http://covid19.banglikab.go.id

Situs-situs tersebut merupakan situs resmi pemerintah (top-level domain go.id , diperuntukan bagi instansi-instansi penyelenggara negara Indonesia) sehingga informasi-informasi yang tersedia dapat semeton percaya. Namun semeton juga harus mengingat, jumlah kasus positif bukan berarti jumlah kasus keseluruhan, masih ada kasus-kasus dan kemungkinan kematian yang tidak/belum terlapor. Jadi dimanapun semeton berada, baik di daerah yang sama sekali belum memiliki kasus sampai ke daerah yang sudah memiliki kasus positif atau bahkan kematian, diharapkan untuk selalu waspada dan tidak meremehkan pandemi ini.

Pandemi, Epidemi, Outbreak, SARS-CoV-2, dan Covid-19.

Epidemi adalah Outbreak suatu penyakit yang menjangkit banyak individu secara cepat dan di saat yang bersamaan. Outbreak adalah peningkatan tiba-tiba yang drastis dari angka penderita sebuah penyakit. Pandemi adalah tipe epidemi dimana penyakit sudah menyebar luas di suatu negara bahkan seluruh dunia. Epidemi dikategorikan sebagai pandemi ketika penyebarannya dianggap signifikan dan mempengaruhi sebagian besar populasi.[1]

SARS-CoV-2 atau Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (Koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2) adalah salah satu anggota koronavirus yang mengakibatkan infeksi pernafasan Covid-19. Banyak orang mengira bahwa Covid-19 ini adalah nama virusnya padahal Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.[2]



Penyebaran Covid-19 yang sangat drastis ini disebabkan oleh masa inkubasi yang lama (14 hari) yang menyebabkannya sulit untuk dideteksi dini. Meskipun masih pada tahap inkubasi, virus tersebut sudah dapat menyebar, dimana penyebaran terjadi melalui virus yang berada di droplet (air liur) yang dikeluarkan pada saat bersin dan batuk, bahkan bisa juga saat berbicara. Setelah mengidap Covid-19, beberapa gejala akan muncul seperti demam, kelelahan, batuk kering, pegal, meler, sakit tenggorokan, bahkan diare. Gejala-gejala tersebut sangatlah umum dan banyak penyakin biasa lainnya yang bisa menimbulkan gejala yang sama. Oleh karena itu, penggunaan masker saat anda sakit sangatlah wajib, dikarenakan kemungkinan bahwa anda ternyata pengidap Covid-19.[3] 

Lindungi Keluarga dan Orang Tercinta Anda!

WHO menyarankan agar semeton semua selalu mengetahui informasi terkini mengenai Covid-19 baik melalui website WHO, web pemerintah atau instansi kesehatan lokal/nasional. Ketika mencari sumber informasi apalagi berupa online, pastikan sumbernya terpercaya, aktual dan faktual. Informasi yang biasa anda dapatkan dari pesan whatsapp biasanya tidak baik dipercaya 100%. Belakangan ini sangat banyak video-video hoax yang tersebar yang hanya berperan dalam meningkatkan keresahan masyarakat. 

Berikut merupakan anjuran WHO untuk mengurangi kemungkinan anda terinfeksi Covid-19 :
  1. Rajin mencuci tangan dengan bersih baik menggunakan air dan sabun atau hand-sanitizer.
  2. Jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplet orang lain ketika mereka bersin atau batuk.
  3. Jangan sering memegang mata, hidung, atau mulut karena tangan menyentuh banyak permukaan yang kemungkinan terpapar virus corona. Virus corona dapat bertahan hidup di lingkungan (permukaan meja, baju, dll) lebih dari 12 jam bahkan sampai 3 hari tergantung suhu dan kondisi lingkungan tersebut.
  4. Jika bersin, tutupi dengan siku atau tangan agar tidak menyebar droplet ke orang lain.
  5. Sebisa mungkin selalu diam dirumah, hanya keluar untuk keadaan yang mendesak seperti membeli persediaan makanan (bukan berarti membeli dengan sangat banyak).
  6. Selalu ikuti himbauan pemerintah dan pantau terus perkembangan Covid-19.
  7. Isolasi mandiri ketika anda baru saja tiba dari daerah yang terdeteksi memiliki virus corona selama 14 hari.
  8. Jika setelah isolasi mandiri anda menujukkan gejala-gejala Covid-19, segera hubungi call center 223333 atau 112 untuk meminta pertolongan lebih lanjut. [3][4]
Masih banyak yang belum sadar seberapa besar pandemi ini sebenarnya, dan setelah semua ini selesai (dalam 1, 2, 3, 4, .... n bulan yang kita masih belum tahu kapan), kita masih harus menghadapi dampak pandemi ini terhadap perekonomian negara kita. Banyak yang menganggap (apalagi pelajar) bahwa WFH (work from home) ini sebagai hal yang sementara, padahal WFH ini bisa-bisa berlanjut 2 - 3 bulan bahkan lebih. Oleh karena itu, berikut beberapa saran saya terhadap beberapa bidang yang saya pikir saya bisa memberikan masukkan.

Bagi yang pekerjaannya bergerak di bidang edukasi sebagai tenaga pengajar baik dosen maupun guru, beberapa pekan pertama ini akan sangat berat karena harus beralih ke metode pembelajaran jarak jauh. Guru diwajibkan mempelajari dan merancang metode pembelajaran tersendiri melalui internet baik menggunakkan video tatap muka atau dengan memberikan tugas-tugas. Banyak tenaga pengajar yang mengeluh berbicara di kelas 3 jam lebih mudah dibanding berbicara 1 jam di vidcon (video conference). Kurangnya interaksi antar pelajar dan pengajar ini yang menjadi salah satu tantangan terbesar. Tidak sedikit tenaga pengajar yang langsung melimpahkan tanggung jawabnya kedalam bentuk tugas, namun tidak sedikit pula tenaga pengajar yang benar-benar peduli terhadap murid-muridnya. Berikut merupakan beberapa masukkan yang bisa saya berikan.

Untuk pengajar.
  1. Koordinasi dengan tenaga pengajar lainnya mengenai jumlah dan skala tugas yang diberikan agar tidak membebani pelajar.
  2. Selalu  menyebar materi sebelum vidcon berlangsung.
  3. Video mengenai penjelasan materi akan lebih mudah dipelajari karena dapat diputar berulangkali dan di pause. Video yang diberikan kepada pelajar tidak harus buatan sendiri, bisa dari sumber lain bahkan youtube. Pastikan video yang anda pilih mudah dipahami. Pahami pula bahwa tidak semua pelajar memiliki akses internet yang baik, dianjurkan menanyakan terlebih dahulu apakah video perlu dibuatkan materi dalam format tulisan.
  4. Tugas akan bermanfaat dalam memastikan pelajar mempelajari materi dengan baik namun tugas yang tidak didukung dengan materi dan pemahaman yang baik hanyalah menjadi beban bagi pelajar dan pengajar.
  5. Jika mungkin, jangan berpatokan pada jadwal pelajaran, keunggulan pembelajaran online adalah fleksibilitasnya jadi manfaatkanlah dengan baik.
  6. Untuk guru SD, manfaatkan peran orang tua/wali murid untuk memastikan tugas atau materi yang diberikan dipahami dengan baik.
  7. Pesan di HP anda akan penuh oleh pertanyaan dari murid-murid anda, untuk meminimalisirnya selalu buat tugas yang mudah dipahami teknis pengerjaannya, waktu dan cara pengumpulan yang jelas.
  8. Sebisa mungkin jangan berikan tugas kelompok karena pengerjaannya tidak akan efektif.
Untuk pelajar.
  1. Selalu hargai upaya yang dilakukan guru/dosen kalian dalam beradaptasi ke model pembelajaran jarak jauh, baik dengan ikut berinteraksi dalam vidcon, sampai aktif menjawab pertanyaan guru/dosen di whatsapp/line.
  2. Kerjakan tugas-tugas yang diberikan secepat mungkin dan jangan ditunda agar tidak tertumpuk.
  3. Buat daftar tugas-tugas yang diberikan.
  4. Buat dan susun folder-folder untuk menyimpan file materi yang diberikan.
  5. Selalu berikan masukkan kepada guru/dosen anda mengenai proses ajar-mengajar.
  6. Hanya hubungi guru/dosen jika benar-benar mendesak, di waktu yang tepat (tidak terlalu malam) dan menggunakan bahasa yang sopan.
  7. Cari sumber-sumber lain mengenai bahan ajaran untuk menutup kekurangan apabila ada topik yang tidak dibahas atau kurang dibahas.
Berhubung penulis hanya merupakan mahasiswa, saran dan masukkan untuk pekerjaan lain hanya semata-mata sebagai pengingat belaka.

Untuk Tenaga Medis.
  1. Selalu jaga kesehatan anda dengan menjaga pola makan dan pola tidur, peran anda dalam menghadapi pandemi ini sangatlah penting dan bekerja dengan kondisi tidak fit sangatlah berbahaya.
  2. Ikuti protokol-protokol di instansi anda bekerja dengan baik dan benar.
Untuk Essential worker.
  1. Selalu jaga kebersihan tangan anda dengan rutin mencuci tangan.
  2. Selalu gunakan masker.
  3. Pastikan terdapat jarak setidakny 1 meter dengan orang lain.
  4. Jangan menyentuh wajah sebelum cuci tangan.
  5. Ikuti himbauan pemerintah lainnya.

Comments